Tag: kesehatan kucing

kucing diabetes

Kucing Sering Buang Air? Diabetes Bisa Jadi Penyababnya

Tahukah Anda bahwa kucing juga bisa terserang penyakit diabetes seperti manusia? Saat ini semakin banyak hewan yang menderita diabetes, apakah kucing kalian salah satunya?

Penyakit diabetes berasal dari ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi insulin untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Kucing yang terkena diabetes beresiko hingga kematian.

Untuk menghindari resiko tersebut, Anda sebagai pemilik hewan perlu edukasi seputar penyakit diabetes pada kucing. Mulai dari pengetahuan dasar tentang diabetes, penyebab dan gejalanya sampai bagaimana merawat kucing yang terkena diabetes.

Dibawah ini akan dibahas mengenai penyakit diabetes pada kucing secara lengkap. Simak ya!

Apa Itu Penyakit Diabetes pada Kucing?

Diabetes pada kucing bisa dikatakan sebagai penyakit sekunder karena adanya penyakit bawaan seperti endokrin dan ada juga yang disebabkan karena efek terapi obat berkepanjangan. 

Diabetes lebih besar menyerang kucing yang obesitas dan memiliki ras burma namun tidak menutup kemungkinan ras kucing lain bisa menderita diabetes. Masih banyak faktor penyebab penyakit diabetes pada kucing lainnya yang patut Anda waspadai.

Ciri-ciri Kucing Menderita Diabetes

Pentingnya bagi para pemilik kucing untuk segera mengenali tanda atau ciri ciri diabetes agar menjadi deteksi dini dan bisa segera mendapatkan pengobatan optimal dari dokter hewan.

  • Lebih sering buang air kecil 
  • Peningkatan rasa haus
  • Penurunan berat badan drastis
  • Muncul tanda infeksi saluran kemih 
  • Lebih malas dan tidak ingin beraktivitas
  • Lemas, diare sampai muntah
  • Perubahan selera makan

Penyebab Kucing Diabetes

Penyebab pasti penyakit diabetes pada kucing belum diketahui. Saat ini, penyebab diabetes yang paling umum adalah karena genetik, adanya penyakit pankreas serta konsumsi atau terapi obat yang berkepanjangan. Faktor lainnya adalah obesitas, usia dan kucing jantan yang lebih banyak terpapar penyakit diabetes.

Perawatan dan Pengobatan Diabetes pada Kucing

Setiap kucing yang menderita diabetes membutuhkan perawatan dan pengobatan yang berbeda beda tergantung bagaimana kondisinya saat itu. Jika kucing sudah terlalu parah maka dibutuhkan perawatan intensif. Sementara, kucing yang sudah terdeteksi sejak awal bisa melalui pengobatan oral serta diet tinggi serat.

Untuk memastikan apakah kucing Anda menderita diabetes maka diperlukan pemeriksaan lab darah yang dilakukan oleh dokter hewan untuk mendapatkan nilai kadar glukosa dalam tubuh kucing.

Jika kucing sudah terkena diabetes biasanya diperlukan pengecekan darah rutin dan sebaiknya hindari pemberian makan dengan tinggi glukosa.

Percayakan kebutuhan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan Anda dengan Pet Care yang menyediakan layanan dokter hewan ke rumah. Layanan ini akan memudahkan Anda, cukup pesan melalui call center atau aplikasi Pet Care, dokter hewan akan datang ke rumah Anda.

kandang hewan peliharaan

Tips Menjaga Kebersihan Kandang Hewan Peliharaan

Kandang bisa dikatakan sebagai rumah hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, dimana mereka biasanya beristirahat setelah ain. Ada juga hewan peliharaan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kandang yaitu hamster.

Selain digunakan untuk beristirahat, kita juga biasa memberikan makan dan minum hewan kesayangan kita di kandangnya. Jadi, sebaiknya kita juga perlu tahu cara menjaga kebersihan kandang hewan . Yuk simak tips menjaga kebersihan kandang hewan peliharaan dibawah ini.

Tips Menjaga Kebersihan Kandang Hewan Peliharaan

Ada banyak hal positif yang bisa didapatkan ketika kita memperhatikan kebersihan kandang, yang utama adalah dengan kandang yang bersih maka hewan kesayangan kita pun akan terhindar dari berbagai penyakit. 

Anda bisa melakukan beberapa hal dibawah ini untuk tetap menjaga kebersihan tempat tinggal hewan kesayangan.

  • Selalu mencuci peralatan makan anabul
  • Bersihkan kandang 2-4x dalam seminggu
  • Buang kotoran hewan setiap hari
  • Rajin mengganti alas kandang
  • Lakukan desinfektan 
  • Memastikan kandang dalam keadaan kering sebelum digunakan

Manfaat Menjaga Kebersihan Kandang Hewan Peliharaan

Setelah mengetahui tips menjaga kebersihannya, Anda juga harus tahu manfaat dari melakukan hal tersebut agar Anda selalu bersemangat untuk membersihkan tempat tinggal anabul.

Hewan lebih nyaman

Manfaat pertama yang didapatkan dari menjaga kebersihannya adalah hewan akan merasa lebih nyaman dan kenyamanan itu akan menjaga hewan agar terhindar dari stres. Dengan kenyamanan itu juga, hewan bisa selalu aktif dan ceria dalam kegiatan bermainnya.

Kesehatan stabil

Menjaga kebersihan dapat membuat hewan terhindar dari berbagai macam penyakit. Kandang yang tidak bersih bisa saja mendatangkan virus dan bakteri penyebab penyakit pada hewan. 

Mengurangi penyebaran penyakit ke manusia

Manfaat ketiga yang bisa Anda dapatkan adalah terhindar dari penyebaran penyakit yang disebabkan kuman, bakteri maupun virus dari kandang yang kotor. Terlebih lagi jika Anda cukup sering tidur dengan anabul, sangat disarankan untuk terus menjaga kebersihan kandang mereka.

Nah, itu dia tips menjaga kebersihan tempat tinggal anabul yang bisa mulai Anda terapkan. Jika hewan kesayangan sakit, segera hubungi call center Pet Care untuk mendapatkan layanan dokter hewan ke rumah.

Kucing Jantan dan Kucing Betina

Perbedaan Kucing Jantan dan Kucing Betina

Siapa disini yang berencana untuk memelihara kucing? Sebelum memutuskan untuk mengadopsi kucing, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan. Salah satunya adalah mengetahui perbedaan kucing betina dan kucing jantan.

Meski keduanya sama sama menggemaskan juga membuat kita terhibur, namun tetap saja terdapat perbedaan yang menarik antara kucing jantan betina. Perbedaan yang paling mendasar adalah perbedaan kepribadian dan tabiat.

Dibawah ini akan diulas mengenai beberapa perbedaan antara kucing jantan dan kucing betina. Pengetahuan akan hal ini tentu bisa membantu anda untuk memutuskan akan memelihara kucing yang tepat.

Perbedaan Kucing Jantan dan Betina

Memiliki perilaku yang berbeda

Kepribadian atau perilaku kedua jenis kucing ini sangat berbeda. Jantan lebih cenderung agresif, apalagi jika kucing tersebut belum di sterilisasi. Selain itu, kucing jantan akan aktif mencari betina yang sedang birahi.

Sementara betina, seringkali ditemukan lebih penyendiri. Walaupun begitu, kucing betina juga memiliki sifat manja terhadap pemiliknya. Namun, jika kucing betina sudah pernah memiliki anak, ia akan cenderung memiliki naluri keibuan yang mana bisa sangat akrab dan baik pada bayi maupun anak kucing lain.

Penampilan atau ukuran tubuh kucing

Perbedaan yang kedua adalah penampilannya. Salah satu yang mencolok di perbedaan penampilannya adalah ukuran tubu sang kucing. Biasanya, jantan akan lebih berat dan besar daripada betina. Selain itu, kucing jantan cenderung memiliki pipi yang besar dan lebar serta wajah yang lebih bulat.

Alat kelamin

Perbedaan yang paling jelas dan bisa langsyng anda ketahui adalah pada alat kelaminnya. Alat kelamin pada kucing dewasa lebih mudah dilihat dibandingkan dengan anak kucing. Sebaiknya saat kalian memeriksa alat kelamin kucing lakukanlah secara perlahan dan disarankan tidak melakukanny sebelum anak kucing berusia minimal lima minggu.

Cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan mengangkat ekor kucing secara perlahan dan kucing yang memiliki dua titik seperti tanda (:) maka itu adalah kucing jantan. Sementara, untuk kucing betina biasanya hanya memiliki lubang anus dan saluran urin atau vulva yang berbentuk seperti irisan vertikal.  

Sekian pembahasan mengenai perbedaan kucing jantan dan kucing betina yang bisa kami sampaikan. Jika Anda sudah memutuskan untuk mengadopsi kucing, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan agar kucing kesayangan Anda selalu sehat.

Temukan informasi menarik lainnya seputar hewan peliharaan dan kesehatan hewan di social media dan blog Pet Care.

Paw Kucing

Fungsi Paw Kucing dan Tips Merawatnya

Paw kucing atau biasa kita sebut dengan telapak kaki kucing yang merupakan bagian unik dari tubuh hewan menggemaskan ini. Telapak inu terletak di setiap kaki dengan tekstur seperti kulit tebal di bawah kaki.

Paw kucing yang sering kita lihat biasanya berwarna merah muda sampai abu abu tergantung dari warna bulu yang dimiliki sang anabul. Sebenarnya telapak kaki kucing ini memiliki banyak fungsi namun sampai saat ini masih jarang yang mengetahui hal tersebut.

Oleh karena itu, yuk simak beberapa fungsi telapak kaki kucing dibawah ini.

Fungsi Paw Kucing

Bantu Membersihkan Tubuh Kucing

Fungsi telapak yang pertama adalah membantu kucing untuk membersihkan tubuhnya. Biasanya kucing akan menjilati paw nya kemudian mengusapkan ke bagian tubuh lain seperti telinga, hidung dan kepala beberapa kali. Nah, saat itulah bantalan kaki berfungsi untuk membersihkan tubuh kucing.

Sebagai Organ Sensorik

Termasuk menjadi bagian yang sensitif, telapak kaki kucing memiliki fungsi sebagai organ sensorik. Bagian ini akan membantu kucing untuk menjaga keseimbangan. Ada konsentrasi reseptor saraf yang membuat kucing dapat merasakan tekanan, tekstur dan getaran melalui bantalan kakinya. 

Untuk berkomunikasi

Mengejutkan bukan? Bantalan kaki kucing yang menggemaskan ini ternyata memiliki fungsi untuk berkomunikasi. Kucing bisa menandai wilayah kekuasaannya dengan menggunakan bagian yang ada cakarnya. 

Mengeluarkan Keringat

Paw atau telapak kaki kucing adalah bagian tubuh yang bisa mengeluarkan keringat. Kucing yang sering berkeringat berarti sedang mengalami stres atau ketakutan. 

Contohnya, jika Anda sedang membawa kucing ke dokter hewan lalu melihat atau merasakan ada keringat di bagian bantalan kaki kucing itu pertanda bahwa kucing Anda tidak dalam kondisi senang atau bisa dibilang sedang ketakutan.

Setelah mengetahui beberapa fungsi paw, sebaiknya Anda juga tahu tips merawatnya agar selalu sehat. Jangan salah, meski jarang terjadi, telapak kaki juga bisa terserang penyakit. Maka dari itu Anda perlu belajar mengenai perawatan nya.

Tips Merawat Paw Kucing

Masalah paling umum yang sering menyerang bagian telapak kaki kucing adalah pengerasan kulit, luka, kapalan sampai pembengkakan. Kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor seperti alergi dan infeksi. Nah, dibawah ini ada beberapa tips untuk perawatan paw kucing.

  • Memeriksa telapak kaki kucing secara teratur
  • Membersihkan paw kucing dengan kain lembut
  • Menggunting cakar dengan gunting kuku untuk kucing

Begitulah tips merawat paw kucing yang bisa kalian lakukan di rumah. Apabila telapak kaki teriritasi, pecah-pecah dan mengelupas, sebaiknya langsung menghubungi dokter hewan.

Ayo kunjungi social media dan blog Pet Care lainnya untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan hewan. Kalian juga bisa menggunakan layanan dokter hewan ke rumah dari Pet Care ketika kucing kesayangan Anda sedang sakit dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kucing minum air toilet

Kucing Suka Minum Air Toilet? Ini Penjelasan dan Cara Mencegahnya

Kucing kesayangan Anda suka minum air toilet? Jika iya, sebaiknya baca penjelasan dibawah ini agar Anda bisa menjaga kucing kesayangan dari berbagai hal berbahaya.

Beberapa kucing peliharaan biasanya sudah dilatih untuk minum dari minuman yang disediakan pada wadah. Namun, beberapa kucing terkadang lebih menyukai air di toilet.

Pasti ada perasaan khawatir akan kondisi kesehatan anabul yang suka minum air toilet bukan? Sebab yang kita tahu, air toilet mengandung kotoran yang dapat mengganggu kesehatan anabul.

Kira kira kenapa hewan berbulu yang satu ini menyukai air toilet? Dan bagaimana cara mencegah agar kucing tidak lagi minum air toilet. Berikut penjelasannya.

Alasan Kucing Suka Minum Air Toilet

Air di wadah sudah tidak segar

Alasan pertama kenapa kucing minum air toilet adalah bisa saja karena air yang ada di wadahnya sudah tidak segar. Kucing tidak suka air yang sudah mengendap terlalu lama di wadah dan akan mereka anggap sebagai air basi.

Sementara, air toilet yang selalu baru membuat anabul merasa bahwa air tersebut masih segar dan bisa mereka minum. Selain itu, porselen yang digunakan pada kamar mandi juga membuat air toilet terasa lebih dingin.

Punya aroma yang lebih kuat

Alasan kedua yaitu air toilet lebih beraroma, apalagi jika air toilet baru saja di flush atau disiram. Air toilet yang baru saja di flush akan teroksigenasi dan menarik perhatian kucing untuk meminum air tersebut.

Namun, perlu kalian ketahui anabul yang meminum air toilet akan memiliki kesempatan lebih besar terserang penyakit pada sistem pencernaannya. Berikut beberapa cara mencegah kucing agar tidak meminum air toilet lagi.

Cara Mencegah Kucing Minum Air Toilet

Segera hentikan kegiatan membiasakan atau memperbolehkan kucing peliharaan kalian meminum air toilet atau air mentah lainnya sebelum terlambat dan akhirnya mempengaruhi kesehatan kucing. Dibawah ini ada beberapa cara mencegah dan menghentikan kucing agar tidak lagi meminum air toilet.

  • Pastikan pintu toilet selalu tertutup
  • Gunakan wadah air mancur untuk tempat minumnya
  • Rutin mengganti air
  • Masukan es batu air matang untuk menambah kesegaran air
  • Gunakan wadah berbahan porselen

Jika kucing Anda sudah pernah meminum air toilet, lakukan pemeriksaan rutin di dokter hewan agar bisa mengetahui kondisi kesehatan sistem pencernaan kucing. Anda juga bisa menghubungi call center Pet Care dengan layanan dokter hewan ke rumah untuk melakukan konsultasi atau pemeriksaan terhadap hewan kesayangan Anda.

Fakta Kucing Persia

Fakta Unik Kucing Persia dan Cara Merawatnya

Kucing persia memiliki daya pikat yang tinggi karena mereka memiliki mata yang berbinar, bulu halus dan lembut, sifatnya ramah dan mempunyai tampilan fisik yang elegan. Di Indonesia, cukup banyak penyayang hewan yang memilih untuk memelihara jenis kucing yang satu ini.

Persia menjadi pilihan kucing peliharaan yang tepat untuk keluarga karena kepribadiannya yang disukai semua kalangan. Kucing persia masuk kedalam ras kuno yang telah ada selama berabad-abad.

Nah, jika Anda berminat untuk memelihara persia, yuk kenalan lebih jauh dengan hewan berbulu yang satu ini. Berikut deretan fakta unik kucing persia dan cara merawatnya.

Fakta Unik Kucing Persia

Asal Usul yang Misterius

Jenis kucing ini belum diketahui berasal dari daerah mana. Menurut beberapa sumber, hewan menggemaskan ini sudah ada di Timur Tengah selama ribuan tahun. Namun, kucing persia pertama kali diimpor dari Persia ke Eropa pada 1620 dan langsung populer di kalangan orang Barat.

Karena asal usul yang belum jelas, warga sana memberikan nama yang sesuai dengan dugaan asal hewan ini berada meskipun kebenaran asal usul nya belum diketahui.

Tak Semua Berwajah Datar

Pasti banyak dari kalian yang hanya kenal kucing persia dengan wajah datar kan? Padahal, kucing persia tidak selalu memiliki wajah datar. Beberapa jenis wajah nya seperti doll face persian, peke face persian, exotic shorthair persian dan chinchilla persian.

Muncul di Pertunjukan Kucing Pertama di Dunia

Pada tahun 1871, kucing persia dipamerkan pada pertunjukan kucing pertama di dunia, tepatnya di Crystal Palace, London. Saat itu, banyak yang ingin menyaksikan hewan satu ini sampai menggaet 20 ribu pengunjung. Selain persia, sejumlah ras kucing lainnya seperti anggora, siam dan skotlandia juga turut meramaikan acara ini. Kucing persia berhasil memenangkan kategori “Best in Show”.

Tidak Bisa Lompat Tinggi

Fakta unik terakhir mengenai persia adalah hewan ini tidak bisa lompat tinggi seperti kucing lainnya. Mereka masih bisa lompat, tapi tidak setinggi kucing lainnya. Hal ini disebabkan karena tubuhnya yang padat, tidak terlalu gesit dan cenderung memiliki kaki yang lebih pendek dari kucing biasa.

Nah sekarang kita akan bahas cara merawat kucing persia. Pengetahuan ini akan sangat berguna untuk kalian yang berminat mengadopsi kucing persia.

Cara Merawat Kucing Persia

Kucing persia termasuk kedalam ras kucing dengan bulu panjang, tentu jika Anda ingin memelihara hewan satu ini perlu mengetahui cara merawat bulu serta kesehatannya agar hewan berbulu ini tetap nyaman dan bahagia.

Rutin bersihkan mata

Matanya cenderung mudah berair dan mengeluarkan kotoran. Bersihkan kotorannya secara rutin agar tidak melukai mata nya. Cara membersihkan kotoran mata yang paling dianjurkan adalah dengan menggunakan handuk lembut atau kain yang sudah dibahasi dengan air hangat.

Memotong kuku dan sikat gigi

Bukan hanya untuk kebaikan kucing, tapi memotong kuku nya juga demi kenyamanan orang orang yang bermain bersama kucing serta melindungi benda dirumah Anda. Gunting kuku kitten seminggu sekali dan 2-3 minggu sekali untuk persia dewasa.

Selain itu, menyikat gigi kucing sangat dianjurkan untuk mencegah penumpukan plak yang bisa saja menimbulkan penyakit mulut dikemudian hari.

Vaksin

Vaksin adalah salah satu langkah paling penting yang perlu Anda lakukan saat akan memelihara kucing persia. Vaksinasi pada kucing bisa mencegah berbagai virus penyakit seperti infeksi virus, calici, rabies, panleukopenia dan sebagainya.

Vaksinasi bisa dilakukan oleh dokter hewan ketika kucing sudah memenuhi persyaratan dan kriteria kucing yang sehat. Lakukan vaksinasi kucing di rumah dengan menggunakan layanan vaksin hewan ke rumah dari Pet Care.

Itu dia sederetan fakta unik dan cara merawat kucing persia yang bisa kami bagikan. Ingin mendapatkan informasi mengenai kesehatan hewan lainnya? Dapatkan dengan mengunjungi social media Pet Care.

Kucing Hamil

Tips dan Trik Merawat serta Memelihara Kucing Hamil

Merawat kucing hamil harus lebih ekstra dibandingkan dengan merawat kucing lainnya. Pemilik kucing perlu memberikan perhatian lebih dan perawatan yang maksimal agar induk serta anaknya bisa selamat dan lahir dalam kondisi sehat.

Apakah Anda mempunyai kucing kesayangan yang sedang hamil? Jika iya, tentu Anda saat ini membutuhkan tips dan trik untuk merawat serta memelihara kucing hamil. Terlebih lagi jika Anda baru pertama kali mengalami situasi ini.

Tips dan Trik Merawat Kucing Hamil

Pilih Makanan yang Tepat

Pada awal kehamilan, berikan makanan kaya lemak guna mendukung produksi susu untuk makanan anak anaknya. Lakukan penggantian makanan kucing secara bertahap untuk mencegah gangguan pencernaan yang disebabkan perubahan makanan secara mendadak.

Jangan Biarkan Kucing Main di Luar Rumah

Tidak membiarkannya main diluar rumah atau dengan kucing lain dilakukan agar sang induk yang sedang hamil bisa terhindar dari berbagai penyakit menular. Selain itu, perubahan cuaca yang buruk juga bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Check-up Rutin

Anabul check-up untuk kucing yang sedang mengandung memang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan. Dengan melakukan check-up rutin, Anda bisa memantau kondisi kesehatan induk serta anak anaknya selalu dalam kondisi sehat.

Melakukan Vaksinasi

Vaksinasi juga ditujukan untuk kucing yang sedang hamil. Untuk jenis dan kebutuhannya, Anda bisa meminta saran kepada dokter hewan agar mendapatkan vaksin yang sesuai dengan kondisi anabul.

Memberikan Perhatian kepada Kucing

Seperti yang dikatakan diawal, Anda wajib memberikan perhatian ekstra seperti mengelus kepalanya dengan lembut agar memberikan rasa nyaman. Jangan lupa, sediakan tempat tidur yang nyaman agar kucing terhindar dari stress.

Apa Saja yang Bisa Terjadi Selama Kucing Hamil?

Kehamilan kucing biasanya berlangsung antara 61 sampai 72 hari. Selama proses tersebut, kucing melewati beberapa proses seperti pada dua pertiga pertama kehamilannya tubuh kucing akan fokus mendapatkan lemak untuk anaknya. 

Cara terbaik untuk membantunya melewati proses itu adalah dengan memberikan nutrisi yang dibutuhkan induk untuk menambah berat badan yang dapat mendukung proses melahirkan serta menyusui dikemudian hari. 

Penambahan berat badan untuk kucing hamil juga tidak bisa sembarangan. Anda bisa mengkonsultasikan hal ini kepada ahlinya yaitu dokter hewan. Dengan adanya pengetahuan dari sumber terpercaya, Anda bisa mencegah penambahan berat badan yang tidak diperlukan induk kucing.

Jika Anda sedang mencari dokter hewan terdekat untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan kucing kesayangan, hubungi call center Pet Care yang menyediakan layanan dokter hewan ke rumah. Jangan lupa, kunjungi social media Pet Care untuk dapatkan informasi edukatif mengenai kesehatan hewan.

Kucing Sakit Gigi

Kucing Sakit Gigi? Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Kucing adalah hewan yang bisa hidup bersama manusia sehingga tidak heran ada banyak kesamaan, salah satunya adalah kondisi kesehatan. Kucing rentan mengalami masalah kesehatan seperti terserang virus, penyakit mulut, penyakit mata dan sebagainya.

Sebagai penyayang hewan, tentu kita tidak menginginkan hal buruk terjadi pada kucing bukan? Maka dari itu, kali ini kita akan membahas salah satu penyakit yang bisa menyerang kucing yaitu sakit gigi.

Kucing yang mengalami sakit gigi harus segera melakukan pemeriksaan karena jika dibiarkan bisa saja menimbulkan masalah kesehatan lain dalam jangka waktu panjang. Berikut adalah gejala, penyebab dan cara mengobatinya.

Apa Penyebab Kucing Sakit Gigi?

Sakit gigi pada hewan biasanya diawali karena adanya peradangan pada gusi. Peradangan ini sebabkan oleh penumpukan sisa makanan di mulut anabul yang terkumpul kemudian menjadi tumpukan karang gigi.

Sama seperti manusia, karang gigi bagi kucing juga merupakan sumber bakteri yang menyebabkan masalah peradangan sampai infeksi pada mulut. Maka dari itu, disarankan saat memandikan anabul jangan lupa untuk menyikat dan membersihkan bagian gigi mereka.

Apa Gejala Sakit Gigi pada Kucing?

Hewan akan menunjukan perubahan perilaku saat merasa tidak nyaman dengan kondisi kesehatan nya. Perubahan perilaku ini bisa berupa berkurangnya nafsu makan dan energi bermain nya menurun. 

Sebagai pemilik hewan, kita harus pandai dan teliti saat anabul menunjukan perubahan sikap. Berikut beberapa gejala sakit gigi yang bisa kita amati.

  • Bau mulut yang tidak biasa
  • Sering menjatuhkan makanan saat mengunyah
  • Lebih suka makanan basah
  • Makan jadi lebih lambat
  • Terkadang sampai tidak mau makan makanan kering
  • Mengeluarkan air liur berlebihan
  • Gusi tampak merah dan bisa sampai berdarah jika kondisinya buruk

Bagaimana Cara Mengobati Masalah Gigi pada Kucing?

Sakit gigi pada dibagi menjadi beberapa jenis yaitu gigi patah, reabsorpsi gigi dan root abscesses. Ketika kucing menderita penyakit mulut, pengobatan paling tepat adalah melakukan konsultasi sekaligus memeriksa kondisinya dengan dokter hewan. 

Pengobatan sakit gigi pada kucing akan disesuaikan dengan tingkat keburukan kondisinya. Jangan ragu untuk menghubungi dokter hewan terdekat untuk melakukan konsultasi mengenai kesehatan kucing kesayangan Anda.

Jenis Jenis Kucing

10 Jenis-Jenis Kucing Yang Cocok Jadi Hewan Peliharaan

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling populer dan banyak diminati di antara para pecinta hewan. Kucing dianggap sangat menggemaskan dan memiliki tingkah laku yang menghibur pemiliknya. Hewan berbulu yang satu ini juga mempunyai sifat manja bisa membuat pemiliknya terhindar dari stres.

Jika Anda termasuk seseorang yang menyayangi binatang dan berkeinginan untuk memelihara kucing, alangkah baiknya Anda mengenali dulu beberapa jenis kucing peliharaan yang cocok untuk pemula.

Berikut ulasan singkat mengenai jenis jenis kucing paling populer yang cocok jadi hewan peliharaan. Anda bisa menyesuaikan dengan karakter serta sifat hewan menggemaskan ini agar bisa hidup bersama.

10 Jenis-Jenis Kucing Peliharaan

Di Indonesia sendiri ada beragam macam ras kucing. Bukan hanya dari ras murni tapi juga bisa hasil dari persilangan. Itulah alasan mengapa Anda perlu mengetahui jenis-jenis kucing saat akan menjadikan nya kucing peliharaan. 

Kucing Domestik

Kucing kampung merupakan sebutan akrab untuk kucing domestik dan termasuk salah satu jenis kucing paling banyak ditemui di Indonesia. Jenis ini merupakan salah satu hewan yang mudah dipelihara. Tak seperti kucing lainnya, biasanya kucing kampung tidak perlu perawatan khusus seperti kucing ras lainnya. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi kalian yang mau memelihara kucing tanpa mempersiapkan banyak keperluan.

Kucing Sphynx

Pasti kalian pernah lihat foto kucing tanpa bulu kan? Nah, itu adalah jenis kucing sphynx. Meski memiliki wajah yang terlihat garang namun aslinya kucing ini sama seperti kucing lainnya.

Sphynx bisa bersifat sedikit lebih agresif ketika menginginkan perhatian pemiliknya. Jenis kucing sphynx adalah alternatif yang paling tepat untuk kalian yang tetap mau memelihara kucing namun memiliki alergi bulu kucing.

Kucing Persia

Ras kucing paling populer di Indonesia. Kucing ini sangat cantik, menggemaskan dan tentunya memiliki kepribadian yang manis. Persia bisa kita temukan dengan mudah di rumah para pecinta kucing.

Persia mempunyai karakter yang mudah bergaul dan cukup aktif di keadaan tertentu sehingga cocok untuk dijadikan teman bermain yang bisa menghibur Anda disaat lelah maupun jenuh dengan kegiatan sehari hari.

Kucing Anggora

Bagi para pemula mungkin tidak mudah untuk membedakan antara jenis persia dan anggora, padahal dua jenis kucing ini berbeda. Ciri khas kucing anggora adalah bentuk kepalanya yang mirip segitiga, berbulu lebat seperti singa serta hidungnya yang lebih mancung dibandingkan jenis lainnya.

Kucing Scottish Fold

Populer karena memiliki karakteristik tubuh yang unik yaitu bentuk telinga yang terlipat serta bola mata yang besar. Sifatnya yang sopan dan terlihat penuh kasih sayang membuat kucing ini menjadi salah satu hewan peliharaan favorite.

Kucing Siam

Kucing Siam dibagi menjadi tiga jenis yaitu siam klasik, siam tradisional dan siam modern. Karakteristik tubuh yang dimiliki kucing ini adalah bentuk tubuh yang ramping, memiliki mata biru, punya bulu dengan titik gelap seperti bagian hidung, telinga, ekor serta kakinya.

Dari penampilannya, kucing siam bisa terlihat sangat mewah sekaligus cantik. Kucing yang satu ini memang tidak memiliki sifat manja berlebihan seperti kucing lainnya. Jadi, jangan heran jika ketika dipelihara kucing ini akan jarang duduk di pangkuan Anda.

Kucing British Shorthair

Penampilan kucing ini sangat lucu dan menggemaskan. Memiliki bulu yang berwarna keabu-abuan, tebal dan tubuh pendek. British shorthair sangat cocok dipelihara karena ia termasuk hewan rumahan. Hal ini juga menjadi keuntungan untuk pemiliknya, sebab dengan tidak keluar rumah kucing bisa terhindar dari beberapa penyakit menular dari hewan lain, tinggal bagaimana kita merawat dan menjaga kebersihannya selama berada di rumah.

Kucing American Shorthair

American shorthair adalah jenis kucing yang memiliki banyak keunikan. Kondisi american shorthair cukup kuat dan sehat, sehingga cocok untuk Anda yang mau hidup bersama untuk waktu yang lama. Anda hanya perlu sesekali melakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan serta vaksinasi sesuai jadwalnya. Kucing ini memiliki sifat ceria, senang bermain dan ramah sehingga bisa selalu menghibur Anda dengan tingkahnya yang menggemaskan.

Kucing Russian Blue

Berasal dari daerah pelabuhan Arkhangelsk, Rusia. Russian blue adalah hewan dengan bulu lembut, anggun dan mata hijau yang berbinar. Penampilannya sering dibilang mirip dengan Chartreux. Padahal keduanya berbeda. Kucing russian blue bisa jadi alternatif ketika Anda ingin memiliki kucing dengan bulu yang tidak mudah rontok. 

Kucing Maine Coons

Pernah lihat kucing dengan berat mencapai 15 kg? Itu adalah jenis Maine Coons. Kucing ini mempunyai penampilan yang gagah, kuat bahkan bisa bertahan di cuaca yang ekstrim. Asal usul ras maine coons adalah Amerika Utara, tepatnya di Maine. 

Maine coons cukup banyak digemari oleh berbagai kalangan karena dirasa cocok menjadi hewan peliharaan sebab sifatnya yang setia, lembut juga penyayang. Namun, jika Anda berkeinginan memelihara kucing yang satu ini diharapkan sudah memiliki pengetahuan yang cukup. 

Memilih jenis kucing yang mau dipelihara mungkin cukup mudah, tapi merawat dan menjaga kesehatannya tidaklah mudah. Butuh pengetahuan, sikap konsisten dan ketelatenan dalam memelihara hewan. Jika Anda memiliki tekad bulat untuk memelihara salah satu jenis kucing diatas, maka lengkapilah pengetahuan anda mengenai cara merawat kucing dengan membaca informasi seputar kesehatan kucing melalui social media dan website Pet Care.

Hairball Kucing

Kucing Mengalami Hairball? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Hairball pada kucing adalah kondisi yang cukup sering dialami oleh kucing. Seperti yang kita ketahui, kucing sering membersihkan tubuhnya dengan menjilati bulu-bulu nya. Saat kucing melakukan hal tersebut, bulu yang rontok akan ikut masuk kedalam mulut kucing. Itulah yang disebut sebagai hairball.

Pada hewan dengan bulu panjang seperti Maine Coon dan Persia akan lebih rentan mengalami hairball. Saat kondisi tertentu, hairball bisa saja membahayakan kesehatan hewan kesayangan Anda. Hal ini bisa terjadi apabila kucing tidak memuntahkan bulu yang tertelan dan menyangkut di kerongkongan karena jumlah nya sudah banyak. 

Hairball memiliki bentuk bulat namun saat melewati esofagus akan terjadi perubahan bentuk menjadi lebih pipih. Lalu, apa saja tanda ataupun gejala yang terlihat saat kucing mengalami hairball? berikut pembahasannya.

Gejala Hairball pada Kucing

Jika hairball tersangkut, sebagai pemilik hewan kesayangan tentunya Anda harus cepat tanggap mengenali gejalanya agar bisa segera diberikan penanganan yang tepat. Berikut beberapa gejala yang akan muncul ketika hewan berbulu ini mengalami hairball.

  • Sering tersedak dan muntah
  • Kucing sering batuk namun tidak ada bulu yang keluar
  • Lemas
  • Kurang nya nafsu makan

Jika Anda merasa kucing kesayangan memiliki salah satu gejala di atas, alangkah baiknya langsung konsultasikan ke dokter hewan. Gejala tersebut bisa saja menandakan hairball sudah proses masuk ke area usus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan terhadap kucing kesayangan kita.

Cara Mencegah dan Mengatasi Hairball

Kondisi hairball sebenarnya bisa dicegah dengan rutin menyisir rambut kucing karena hal ini membantu kucing untuk menghilangkan kotoran dan rambut mati. 

Selain rutin menyisir kucing, Anda juga bisa membawa kucing kesayangan untuk melakukan grooming dan jangan lupa untuk penuhi kebutuhan cairan dan serat pada kucing dengan memberikan makanan yang baik serta dapat menutrisi kesehatan bulu kucing.

Segitu dulu pembahasan yang bisa Anda ketahui mengenai hairball kucing. Untuk informasi lainnya seputar kesehatan hewan dan layanan dokter hewan ke rumah serta vaksinasi hewan bisa kalian temukan di social media maupun website Pet Care.