Tag: kesehatan kucing

pexels-photo-16395147

Pentingnya Pemeriksaan Hematologi untuk Anabul Kesayanganmu

Hey, kamu yang punya peliharaan lucu di rumah! Kalau kamu sayang sama si furball, pasti pengen dong mereka selalu sehat dan ceria? Nah, salah satu cara buat memastikan peliharaanmu tetap fit dan happy adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama pemeriksaan hematologi.

Mungkin kamu bertanya-tanya, “Emang hematologi itu apaan sih?” atau “Emang segitu pentingnya ya buat peliharaan?” Tenang, sini deh, aku kasih tahu kenapa hematologi itu penting banget buat kesehatan peliharaanmu.

Apa sih Pemeriksaan Hematologi?

Oke, kita mulai dari yang paling basic dulu. Hematologi itu simpel banget, kok. Ini adalah cabang ilmu kedokteran yang fokusnya pada darah dan komponen-komponennya, seperti sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, dan lain-lain. Nah, pemeriksaan hematologi adalah tes yang dilakukan untuk melihat kondisi darah si peliharaan. Dari sini, dokter hewan bisa tahu apakah peliharaanmu lagi sehat-sehat aja atau ada masalah kesehatan yang butuh ditangani segera.

Kenapa Pemeriksaan Hematologi Penting?

Sekarang kita masuk ke bagian yang seru: kenapa sih pemeriksaan ini penting banget buat peliharaanmu? Nih, ada beberapa alasan kenapa kamu harus serius mempertimbangkan pemeriksaan ini:

  1. Deteksi Dini Penyakit – Darah adalah cermin dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan pemeriksaan hematologi, kita bisa mendeteksi dini berbagai penyakit sebelum gejalanya muncul. Misalnya, anemia, infeksi, atau gangguan fungsi organ seperti ginjal atau hati. Deteksi dini ini penting banget, karena semakin cepat masalah kesehatan ditemukan, semakin besar kemungkinan peliharaanmu sembuh dengan cepat.
  2. Pemantauan Kesehatan Rutin – Bukan cuma buat deteksi penyakit, pemeriksaan ini juga bisa dipakai buat pemantauan rutin kesehatan peliharaanmu. Ini penting banget buat peliharaan yang udah tua atau punya riwayat penyakit tertentu. Dengan pemantauan rutin, dokter bisa tahu apakah pengobatan yang sedang diberikan efektif atau nggak, dan apakah ada tanda-tanda penyakit yang kambuh.
  3. Persiapan Sebelum Operasi – Kalau peliharaanmu perlu operasi, dokter biasanya bakal nyaranin buat tes hematologi dulu. Ini penting buat memastikan bahwa peliharaanmu cukup sehat buat menjalani operasi. Misalnya, dokter bisa tahu apakah ada risiko perdarahan atau masalah lainnya yang bisa mempengaruhi proses operasi.
  4. Penyakit yang Nggak Kelihatan – Ada beberapa penyakit yang nggak langsung kelihatan dari luar, tapi bisa diketahui lewat darah. Contohnya, infeksi parasit, leukemia, atau gangguan imunitas. Tanpa pemeriksaan hematologi, penyakit-penyakit ini bisa terlewat dan baru ketahuan saat kondisinya udah parah.

Kapan Waktunya Melakukan Pemeriksaan Hematologi?

Mungkin kamu bertanya, “Kapan sih harusnya bawa peliharaan buat tes hematologi?” Jawabannya tergantung dari kondisi peliharaanmu. Tapi secara umum, ada beberapa situasi di mana tes harus dipertimbangkan:

  • Saat Peliharaan Tiba-tiba Lesu atau Sakit
    Kalau peliharaanmu tiba-tiba terlihat nggak seaktif biasanya, nafsu makannya menurun, atau kelihatan lemah, itu bisa jadi tanda ada yang salah dengan kesehatannya. Pemeriksaan hematologi bisa membantu dokter menemukan penyebabnya.
  • Kontrol Kesehatan Rutin
    Bawa peliharaanmu ke dokter hewan buat check-up rutin, terutama kalau mereka udah berusia lanjut. Pemeriksaan hematologi bisa jadi bagian dari check-up ini buat memastikan semuanya masih dalam kondisi normal.
  • Sebelum Operasi atau Prosedur Medis Lainnya
    Seperti yang tadi aku bilang, sebelum peliharaanmu menjalani operasi atau prosedur medis besar lainnya, tes hematologi sering diperlukan buat memastikan mereka siap menjalani prosedur tersebut.
  • Saat Peliharaanmu Punya Riwayat Penyakit Serius
    Kalau peliharaanmu punya riwayat penyakit tertentu, misalnya diabetes atau penyakit ginjal, pemeriksaan hematologi secara berkala sangat disarankan buat memantau kondisinya.

Gimana Proses Pemeriksaan Hematologi?

Kamu nggak perlu khawatir, kok. Pemeriksaan hematologi ini biasanya nggak terlalu bikin stres buat peliharaan. Dokter hewan bakal ambil sampel darah dari peliharaanmu, biasanya dari pembuluh darah di kaki atau leher. Prosesnya cepat dan nggak bikin peliharaanmu sakit, meskipun mungkin mereka bakal sedikit merasa nggak nyaman saat jarum masuk. Setelah itu, sampel darahnya bakal dianalisis di laboratorium, dan hasilnya bisa keluar dalam beberapa jam atau hari, tergantung fasilitas kliniknya.

Pentingnya Kerja Sama dengan Dokter Hewan

Ingat, sebagai pemilik peliharaan, kamu punya peran penting dalam menjaga kesehatan mereka. Salah satunya dengan rutin konsultasi dengan  dokter hewan terdekat melalui layanan call center Pet Care. Layanan ini memberikan kemudahan bagi kamu yang ingin berkonsultasi di rumah saja tanpa perlu keluar.

Jangan ragu buat nanya apa aja yang soal kesehatan peliharaan, termasuk soal pemeriksaan hematologi ini. Semakin kamu paham, semakin baik kamu bisa merawat peliharaanmu.

Dengan Pet Care konsultasi bisa dilakukan di rumah oleh dokter hewan berpengalaman dan bersertifikasi. Layanan ini akan membantu mencari Dokter hewan terdekat dari lokasi akan langsung datang ke rumah.

Jadi, hematologi itu penting banget buat kesehatan peliharaanmu. Ini bukan cuma soal ngecek darah aja, tapi soal menjaga mereka tetap sehat, happy, dan bisa nemenin kamu lebih lama.

Jadi, yuk, jangan tunggu sampai sakit, rajin-rajinlah periksa kesehatan peliharaanmu, termasuk dengan pemeriksaan hematologi! Peliharaan sehat, hati senang, dan hidup pun jadi lebih bahagia, kan?

pexels-photo-1909802

Penyebab Tumor Mamae pada Anabul Karena Tidak Steril?

Hai para pecinta hewan! Kali ini kita bakal ngomongin sesuatu yang agak serius tapi penting banget buat kita semua yang punya anjing atau kucing di rumah yaitu tumor mamae. Tahu nggak sih tumor mamae ini bisa terjadi pada anjing dan kucing? Penanganannya bisa mempengaruhi kualitas hidup hewan kesayangan kita. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang tumor mamae pada anjing dan kucing!

Apa Itu Tumor Mamae?

Tumor mamae, atau yang lebih dikenal dengan istilah tumor payudara, adalah pertumbuhan abnormal pada kelenjar susu hewan peliharaan kita. Kelenjar susu ini, meski nggak sebanyak pada manusia, tetap ada dan bisa jadi tempat munculnya tumor. Tumor ini bisa bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker), dan kadang-kadang kita nggak sadar kalau hewan peliharaan kita mengalaminya karena gejalanya bisa muncul secara perlahan.

Gejala Tumor Mamae

Nah, bagaimana sih cara kita tahu kalau anjing atau kucing kita mungkin mengalami tumor mamae? Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Benjolan di Bagian Perut atau Payudara: Salah satu tanda paling umum adalah adanya benjolan di sekitar area payudara. Benjolan ini bisa terasa keras atau lunak, dan ukurannya bisa bervariasi.
  2. Perubahan pada Kulit: Kulit di sekitar benjolan bisa tampak merah, bengkak, atau bahkan mengelupas. Kadang-kadang ada juga luka yang nggak sembuh-sembuh.
  3. Perubahan Nafsu Makan atau Berat Badan: Meskipun ini bukan tanda langsung, hewan yang mengalami masalah kesehatan sering kali menunjukkan penurunan nafsu makan atau perubahan berat badan yang signifikan.
  4. Kesulitan Bergerak atau Nyeri: Jika tumor sudah cukup besar atau menekan bagian tubuh lainnya, hewan peliharaan kita mungkin menunjukkan tanda-tanda kesulitan bergerak atau nyeri.

Penyebab dan Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor mamae pada anjing dan kucing:

  1. Jenis Kelamin: Pada anjing betina, risiko tumor mamae jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jantan. Sementara itu, pada kucing, tumor ini bisa terjadi pada keduanya, tapi lebih sering pada kucing betina.
  2. Usia: Tumor mamae umumnya lebih sering muncul pada hewan peliharaan yang lebih tua. Namun, beberapa kasus juga bisa muncul pada usia muda.
  3. Kesehatan Reproduksi: Hewan peliharaan yang tidak pernah dioperasi steril (spayed/neutered) lebih berisiko terkena tumor mamae. Pada anjing dan kucing, sterilasi sebelum siklus pertama datang bisa menurunkan risiko terjadinya tumor ini.

Diagnosa dan Pengobatan

Jika kamu menemukan benjolan atau tanda-tanda lain yang mencurigakan pada hewan peliharaanmu, hal pertama yang harus dilakukan adalah bawa mereka ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin akan merekomendasikan beberapa tes tambahan, seperti:

  1. Biopsi: Pengambilan sampel jaringan dari benjolan untuk diuji di laboratorium. Ini untuk menentukan apakah tumor bersifat jinak atau ganas.
  2. Pemeriksaan Radiologi: Seperti rontgen atau ultrasound, untuk mengetahui apakah tumor telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  3. Tes Darah: Untuk mengecek kondisi umum kesehatan hewan peliharaanmu sebelum operasi atau pengobatan.

Pengobatan untuk tumor mamae tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis dan ukuran tumor, serta sejauh mana penyebarannya. Pilihan pengobatan bisa meliputi:

  1. Operasi: Jika tumor bisa dioperasi, dokter hewan biasanya akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor tersebut. Kadang-kadang, perlu dilakukan juga pengangkatan kelenjar susu yang terkena tumor.
  2. Kemoterapi atau Radiasi: Untuk tumor yang sudah ganas atau sudah menyebar, mungkin diperlukan kemoterapi atau terapi radiasi untuk membantu membunuh sel-sel kanker.
  3. Perawatan Paliatif: Untuk kasus yang sudah terlalu lanjut, perawatan lebih fokus pada kenyamanan hewan peliharaan dan mengurangi rasa sakit.

Pencegahan dan Perawatan

Cara terbaik untuk mencegah tumor mamae adalah dengan melakukan sterilasi pada usia dini, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dengan dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care. Pet Care akan langsung mencarikan dokter hewan terdekat dari lokasi Anda.  

Mereka akan memberikan saran yang paling sesuai berdasarkan kondisi kucing dan memberikan rekomendasi yang tepat untuk jadwal sterilisasi.

Nah, itu dia informasi penting tentang tumor mamae pada anjing dan kucing. Selalu ingat untuk memantau kesehatan hewan peliharaanmu secara berkala dan segera konsultasikan ke dokter hewan jika ada tanda-tanda yang mencurigakan.

Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, kita bisa membantu hewan kesayangan kita tetap sehat dan bahagia. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut jika ada yang kurang jelas!

pexels-photo-1386422

Jaga Kesehatan Kucing Saat Perubahan Cuaca

Perubahan cuaca bisa menjadi tantangan, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk teman berbulu kita, si kucing. Seperti manusia, kucing juga bisa merasakan dampak perubahan suhu dan kondisi cuaca, entah itu saat cuaca berubah dari panas ke dingin, atau sebaliknya.

Jadi, penting banget nih buat kita, sebagai pemilik kucing, untuk tahu cara merawat kucing saat cuaca berubah-ubah. Nah, berikut adalah beberapa tips dan trik santai yang bisa kamu lakukan.

1. Pahami Tanda-Tanda Kucingmu Merasa Tidak Nyaman

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memahami bahasa tubuh kucingmu. Kucing punya cara tersendiri untuk memberi tahu kita kalau mereka merasa tidak nyaman. Misalnya, kalau kucingmu sering mencari tempat yang lebih hangat atau justru lebih sejuk dari biasanya, itu bisa jadi tanda kalau dia merasakan perubahan cuaca.

Saat cuaca dingin, kucing biasanya akan menggulung tubuhnya dan mencari tempat yang hangat, seperti di dekat radiator, di bawah sinar matahari, atau bahkan di pangkuanmu. Sebaliknya, saat cuaca panas, kucing akan cenderung mencari tempat yang lebih sejuk, mungkin di lantai keramik atau di bawah meja. Jadi, coba deh perhatikan kebiasaan baru mereka saat cuaca berubah.

2. Buatkan Tempat yang Nyaman untuk Kucingmu

Untuk menghadapi pergantian cuaca yang berubah-ubah, pastikan kucingmu punya tempat yang nyaman. Saat cuaca dingin, kamu bisa menyediakan selimut hangat atau tempat tidur yang empuk untuk mereka. Kalau perlu, tambahkan bantal atau alas yang lebih tebal untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap stabil.

Kalau cuaca sedang panas, pastikan ada tempat yang sejuk dan teduh untuk kucingmu. Kucing suka tempat yang agak gelap dan tenang, jadi biarkan mereka menemukan spot favorit mereka sendiri. Kamu juga bisa meletakkan beberapa kain basah di dekat tempat tidur mereka untuk membantu menurunkan suhu di sekitarnya.

3. Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman

Pergantian cuaca yang berubah bisa memengaruhi nafsu makan kucingmu. Saat cuaca dingin, kucing mungkin lebih lapar dari biasanya karena mereka membutuhkan lebih banyak energi untuk menjaga tubuhnya tetap hangat. Jadi, pastikan makanan yang kamu berikan kaya akan protein dan lemak yang bisa membantu mereka tetap hangat.

Sebaliknya, saat cuaca panas, kucing cenderung minum lebih banyak dan makan lebih sedikit. Pastikan mereka selalu punya akses ke air bersih dan segar. Kamu juga bisa memberikan makanan basah (wet food) untuk membantu menjaga hidrasi tubuh mereka. Dan jangan lupa, letakkan air di beberapa tempat yang mudah dijangkau kucingmu.

4. Jaga Kebersihan Bulu dan Kulitnya

Bulu kucing berfungsi sebagai pelindung alami dari cuaca ekstrem. Oleh karena itu, menjaga kebersihan bulu dan kulit kucing sangat penting. Sikat bulu kucingmu secara teratur untuk menghindari bulu yang kusut atau rontok berlebihan, terutama saat cuaca panas.

Selain itu, mandikan kucingmu sesuai kebutuhan. Namun, jangan terlalu sering, karena kucing sebenarnya tidak membutuhkan mandi sebanyak anjing. Mandikan kucing dengan air hangat saat cuaca dingin, dan jika memang perlu, gunakan air suhu ruangan saat cuaca panas. Pastikan kamu mengeringkan bulu mereka dengan benar setelah mandi untuk menghindari masalah kulit.

5. Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Jika kucingmu suka bermain di luar rumah, kamu perlu lebih waspada saat cuaca berubah. Saat cuaca panas, sinar matahari yang terlalu terik bisa berbahaya, bahkan menyebabkan heatstroke pada kucing. Jadi, batasi waktu mereka di luar rumah, terutama saat matahari sedang terik-teriknya. Sebaliknya, saat cuaca dingin, pastikan mereka tidak terlalu lama berada di luar, karena bisa membuat mereka kedinginan.

Jika memungkinkan, siapkan area bermain di dalam rumah yang aman dan nyaman, sehingga kucingmu tetap bisa aktif tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem di luar. Kamu juga bisa menyediakan mainan yang merangsang insting berburu mereka untuk menjaga mereka tetap aktif dan terhibur.

6. Konsultasi dengan Dokter Hewan

Perubahan cuaca bisa mempengaruhi kesehatan kucing secara langsung, dan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Jika kamu merasa kucingmu menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa, seperti nafas yang terengah-engah, muntah, atau perilaku yang sangat berbeda dari biasanya, segera konsultasikan dengan dengan  dokter hewan terdekat melalui layanan call center Pet Care.

Dokter hewan terdekat dari lokasi Anda akan langsung datang ke rumah. Mereka akan memberikan saran yang tepat dan memberikan solusi untuk kesembuhan kucing tercinta.

Agar kucing selalu sehat, jangan lupa berikan vaksin rutin. Sekarang vaksin kucing tak perlu keluar rumah. Pet Care menyediakan layanan vaksinasi yang siap datang ke rumah. Tenaga medis dari Pet Care bersertifikat lengkap dan berpengalaman.

Merawat kucing saat perubahan cuaca sebenarnya tidak sulit, asalkan kamu peka terhadap kebutuhan mereka. Dengan memperhatikan tanda-tanda dari kucingmu, memberikan tempat yang nyaman, menjaga asupan makanan dan minuman, serta memastikan kebersihan bulu dan kulit mereka, kamu bisa membantu mereka melewati perubahan cuaca dengan lebih mudah. Jangan lupa, selalu siaga dan konsultasikan dengan dokter hewan jika diperlukan. Dengan begitu, kucingmu akan tetap sehat dan bahagia sepanjang tahun, terlepas dari bagaimana cuaca di luar sana.

Fungsi Kumis pada Kucing dan Cara Merawatnya

Kumis pada kucing, yang sering kali terlihat sepele, sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai fungsi kumis pada kucing serta cara merawatnya agar tetap sehat.

Fungsi Kumis pada Kucing

  1. Navigasi dan Orientasi Kumis kucing, atau yang dikenal juga dengan sebutan “vibrissae,” adalah alat navigasi yang luar biasa. Setiap kumis di wajah kucing terhubung dengan saraf yang sangat sensitif, yang memungkinkan kucing untuk merasakan perubahan kecil di lingkungannya. Saat kucing berjalan di tempat yang gelap atau sempit, kumis mereka membantu mendeteksi rintangan di sekitar mereka, sehingga kucing dapat bergerak dengan percaya diri tanpa harus melihat langsung.
  2. Mendeteksi Objek dan Getaran Kumis kucing juga bisa mendeteksi getaran di udara. Ini sangat membantu ketika mereka sedang berburu atau mengejar sesuatu. Getaran dari gerakan mangsa bisa tertangkap oleh kumis kucing, membantu mereka menentukan lokasi mangsa dengan lebih akurat. Bahkan, saat seekor kucing mengejar mainan, kumisnya akan terus bekerja untuk memandu gerakannya.
  3. Mengukur Ruang Kucing sering kali terlihat mencoba memasukkan diri ke dalam kotak atau ruang yang sempit. Dalam situasi ini, kumis mereka berperan penting. Panjang kumis kucing biasanya sesuai dengan lebar tubuh mereka, jadi dengan menyentuh kumisnya ke tepi ruang, kucing dapat menentukan apakah mereka bisa masuk ke ruang tersebut atau tidak.
  4. Ekspresi Emosi Selain fungsi-fungsi praktis, kumis kucing juga bisa menjadi indikator emosinya. Misalnya, ketika kucing merasa terancam atau sedang dalam mode berburu, kumisnya akan mengarah ke depan. Sebaliknya, jika kucing merasa santai dan nyaman, kumisnya akan terlihat lebih rileks dan berada di posisi netral.

Cara Merawat Kumis pada Kucing

Setelah mengetahui betapa pentingnya kumis bagi kucing, kita juga harus tahu bagaimana cara merawatnya dengan baik. Berikut beberapa tips sederhana untuk memastikan kumis kucing tetap sehat:

  1. Hindari Memotong Kumis Meskipun terlihat menggoda untuk merapikan kumis yang panjang, sebaiknya hindari memotongnya. Memotong kumis kucing bisa mengganggu fungsi navigasi mereka dan menyebabkan stres. Biarkan kumis kucing tumbuh secara alami.
  2. Jaga Kebersihan Wajah Kucing Pastikan wajah kucing tetap bersih, terutama area sekitar kumis. Kucing biasanya membersihkan wajahnya sendiri, tapi kamu bisa membantu dengan menyeka lembut wajah kucing dengan kain basah jika perlu. Ini membantu mencegah infeksi atau iritasi di area kumis.
  3. Perhatikan Tanda-tanda Kerusakan Jika kamu melihat kumis kucing patah atau rontok dalam jumlah yang tidak biasa, ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Sebaiknya periksakan kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  4. Berikan Makanan Berkualitas Nutrisi yang baik sangat penting untuk kesehatan keseluruhan kucing, termasuk kumisnya. Pastikan kucing mendapatkan makanan yang seimbang dan kaya akan vitamin serta mineral. Makanan berkualitas membantu pertumbuhan rambut dan kumis yang sehat.
  5. Hindari Stres Berlebihan Stres bisa mempengaruhi kesehatan kucing secara keseluruhan, termasuk kumisnya. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman bagi kucing, berikan cukup waktu bermain, dan pastikan mereka memiliki tempat yang aman untuk beristirahat.

Kumis kucing bukan hanya hiasan wajah yang menggemaskan. Mereka memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kucing, mulai dari navigasi, mendeteksi objek, mengukur ruang, hingga mengekspresikan emosi. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai pemilik kucing untuk merawat kumis mereka dengan baik.

Dengan memperhatikan kebersihan, memberikan nutrisi yang baik, dan menjaga kucing dari stres berlebihan, kita bisa memastikan kumis kucing tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Jadi, lain kali ketika kamu melihat kucingmu mengibaskan kumisnya, ingatlah betapa istimewanya kumis tersebut dan betapa pentingnya peran mereka dalam kehidupan si kucing kesayanganmu.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau concerns tentang kumis pada kucing, konsultasikan dengan ke dokter hewan terdekat melalui layanan Pet Care. Cukup hubungi  call center Pet Care.  Layanan ini akan membantu Anda menemukan dokter hewan terdekat dari lokasi. 

Jadi jangan ragu hubungi kami.

pexels-photo-141496

Alasan Kucing Lentur Seperti Benda Cair

Pernah terpikir mengapa kucing lentur? Bahkan terkadang kucing bisa masuk ke dalam benda kecil yang tak terduga.

Kucing, hewan peliharaan yang menggemaskan ini, memiliki kemampuan luar biasa yang sering kali membuat kita terheran-heran. Salah satu keunikan yang paling menonjol adalah tubuh mereka yang lentur. Kita sering melihat kucing melompat tinggi, mendarat dengan sempurna, atau melengkungkan tubuhnya di tempat yang tampaknya mustahil. Tapi apa sih yang membuat kucing sangat lentur

?

Struktur Tulang dan Sendi yang Fleksibel

Kucing memiliki struktur tulang yang sangat unik. Rangka mereka terdiri dari sekitar 230 tulang, lebih banyak dibandingkan manusia yang hanya memiliki 206 tulang. Lebih banyak tulang berarti lebih banyak sendi, yang pada gilirannya memungkinkan gerakan yang lebih fleksibel. Sendi-sendi ini memiliki jarak yang lebih longgar dibandingkan mamalia lainnya, memungkinkan kucing untuk melenturkan tubuhnya lebih jauh tanpa risiko cedera.

Selain itu, kucing memiliki tulang selangka yang tidak terhubung ke tulang lain di rangkanya. Tulang selangka ini hanya melekat pada otot, memungkinkan kucing untuk meremas tubuhnya melalui celah sempit dan memberikan mereka jangkauan gerak yang luas.

Otot yang Kuat dan Elastis

Elastisitas kucing juga didukung oleh otot-otot yang kuat dan lentur. Kucing memiliki serat otot yang cepat berkontraksi, yang berarti mereka dapat menghasilkan kekuatan besar dalam waktu singkat. Inilah yang memungkinkan kucing melompat setinggi enam kali tinggi tubuh mereka sendiri dalam sekali lompatan.

Selain itu, otot kucing memiliki proporsi serat otot tipe II yang tinggi, yang merupakan jenis serat otot yang cepat berkontraksi dan sangat cocok untuk gerakan eksplosif. Inilah alasan mengapa kucing bisa bergerak dengan kecepatan dan kelincahan yang luar biasa.

Kemampuan untuk Melompat dan Mendarat

Salah satu kemampuan paling mengagumkan dari kucing adalah kemampuan mereka untuk melompat dan mendarat dengan sangat presisi. Kucing memiliki keseimbangan dan koordinasi yang luar biasa, sebagian besar berkat organ khusus di telinga dalam mereka yang disebut vestibular apparatus. Organ ini membantu kucing merasakan orientasi dan menjaga keseimbangan, memungkinkan mereka untuk mendarat dengan aman meskipun melompat dari ketinggian yang signifikan.

Saat kucing melompat, mereka menggunakan ekornya sebagai penyeimbang. Ekornya berfungsi seperti kemudi, membantu mereka mengarahkan tubuh dan menjaga stabilitas saat berada di udara. Saat mendarat, kucing menggunakan kaki belakang mereka untuk menyerap sebagian besar dampak, diikuti oleh kaki depan yang membantu mengurangi tekanan pada tubuh mereka.

Kemampuan untuk Melenturkan Tubuh

Elastisitas kucing juga terlihat dalam kemampuan mereka untuk melenturkan tubuh mereka ke berbagai arah. Hal ini sering kali terlihat ketika mereka melakukan grooming atau bermain. Kemampuan ini disebabkan oleh kombinasi dari tulang belakang yang fleksibel dan otot yang kuat.

Tulang belakang kucing terdiri dari 30 vertebra yang terhubung oleh cakram intervertebral yang elastis. Ini memungkinkan tulang belakang kucing untuk melengkung dan berputar dengan mudah. Ditambah lagi, otot-otot di sepanjang tulang belakang mereka sangat kuat dan lentur, memberikan dukungan tambahan untuk gerakan ini.

Faktor Genetika

Genetika juga memainkan peran penting dalam elastisitas kucing. Kucing adalah hasil dari evolusi yang telah berlangsung selama jutaan tahun. Nenek moyang kucing adalah pemburu soliter yang perlu mengandalkan kelincahan dan kecepatan untuk menangkap mangsanya. Kemampuan untuk melompat tinggi, melenturkan tubuh, dan bergerak dengan cepat adalah hasil dari seleksi alam yang memilih individu-individu dengan kemampuan ini untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Aktivitas Sehari-hari

Selain faktor biologis dan genetika, aktivitas sehari-hari kucing juga berkontribusi pada elastisitas tubuh mereka. Kucing adalah hewan yang sangat aktif dan suka bermain. Mereka sering kali berlari, melompat, dan memanjat, yang semuanya membantu menjaga otot dan sendi mereka tetap kuat dan fleksibel. Aktivitas ini juga membantu menjaga berat badan kucing tetap ideal, yang penting untuk kesehatan sendi dan otot mereka.

Sebagai pemilik kucing, kita bisa membantu menjaga elastisitas tubuh mereka dengan memberikan lingkungan yang kaya akan stimulasi dan kesempatan untuk beraktivitas. Memberikan mainan, ruang untuk memanjat, dan waktu bermain yang cukup akan membantu kucing kita tetap sehat dan aktif.

Elastisitas tubuh kucing adalah hasil dari kombinasi faktor struktural, otot yang kuat, kemampuan genetik, dan aktivitas sehari-hari. Semua faktor ini bekerja bersama untuk memberikan kucing kemampuan luar biasa untuk melompat, mendarat dengan sempurna, dan melenturkan tubuh mereka. 

Sebagai pecinta kucing, kita bisa terus mengagumi dan merawat mereka, memastikan bahwa mereka memiliki kehidupan yang sehat dan bahagia. Jadi, jangan ragu kolsultasi ke dokter hewan terdekat melalui layanan Pet Care. Cukup hubungi  call center Pet Care. Layanan ini akan membantu Anda menemukan dokter hewan terdekat dari lokasi. 

pexels-photo-6001417

Teknologi Canggih yang Membantu Kucing

Di era perkembangan teknologi yang semakin maju ini, ada berbagai teknologi canggih yang dirancang khusus untuk membantu kucing dan membuat hidup mereka dan pemiliknya) lebih mudah dan menyenangkan. Yuk, kita bahas beberapa teknologi keren yang bisa membantu kucing kesayanganmu!

1. Tempat Makan Otomatis

Pernah nggak sih kamu khawatir kucingmu kelaparan saat kamu sedang bekerja atau berpergian? Nah, sekarang ada solusi praktis: tempat makan otomatis! Alat ini bisa diprogram untuk memberikan makanan pada waktu yang sudah ditentukan. Jadi, kamu nggak perlu khawatir lagi kucingmu kelaparan.

Beberapa tempat makan otomatis bahkan dilengkapi dengan aplikasi yang bisa kamu kontrol dari smartphone. Kamu bisa mengatur jadwal makan kucingmu dan memantau berapa banyak makanan yang sudah dimakan.

2. Litter Box Otomatis

Membersihkan kotoran kucing adalah tugas yang tidak menyenangkan bagi banyak pemilik kucing. Tapi jangan khawatir, teknologi hadir untuk menyelamatkanmu! Litter box otomatis bisa membersihkan kotoran kucing secara otomatis setelah mereka selesai buang air.

Alat ini biasanya dilengkapi dengan sensor yang mendeteksi ketika kucing sudah keluar dari litter box, lalu secara otomatis membersihkan kotorannya ke dalam wadah yang tertutup rapat. Kamu hanya perlu membuang kotorannya sekali-sekali. Praktis banget, kan?

3. Kamera Pemantau Kucing

Kalau kamu sering khawatir dengan apa yang dilakukan kucingmu saat kamu nggak ada di rumah, kamera pemantau kucing bisa jadi solusi tepat. Kamera ini biasanya dilengkapi dengan fitur dua arah, jadi kamu bisa melihat dan berinteraksi dengan kucingmu dari jarak jauh.

Beberapa kamera bahkan punya fitur laser yang bisa kamu kontrol dari smartphone untuk mengajak kucing bermain. Seru banget, kan? Kamu bisa memastikan kucingmu aman dan bahagia meskipun kamu sedang tidak di rumah.

4. Mainan Interaktif

Kucing suka bermain, tapi kadang kita nggak selalu punya waktu untuk bermain dengan mereka. Mainan interaktif bisa jadi solusi yang bagus. Ada banyak jenis mainan interaktif yang bisa kamu pilih, mulai dari bola otomatis yang bisa bergerak sendiri, laser pointer otomatis, hingga mainan berbentuk tikus yang bisa bergerak dan berlari. Mainan-mainan ini bisa menjaga kucingmu tetap aktif dan terhibur, bahkan saat kamu sedang sibuk.

5. Pemantau Kucing Otomatis

Kalau kamu tinggal di rumah dengan halaman, mungkin kamu sudah punya pintu kucing. Tapi sekarang ada yang lebih canggih: pintu kucing otomatis! Pintu ini bisa diprogram untuk membuka dan menutup secara otomatis berdasarkan chip atau kalung khusus yang dikenakan kucingmu.

Jadi, hanya kucingmu yang bisa masuk dan keluar, menghindari hewan lain yang tidak diinginkan. Beberapa pintu kucing otomatis juga dilengkapi dengan fitur pengunci waktu, jadi kamu bisa mengatur kapan pintu bisa dibuka atau ditutup.

7. Water Fountain

Kucing cenderung lebih suka minum air yang mengalir daripada air yang diam di mangkuk. Water fountain atau air mancur minum untuk kucing bisa jadi solusi praktis.

Alat ini memastikan air tetap mengalir dan terjaga kebersihannya, sehingga kucingmu lebih tertarik untuk minum dan tetap terhidrasi dengan baik. Beberapa water fountain bahkan dilengkapi dengan filter untuk memastikan air selalu bersih dan segar.

8. Pijat Kucing Otomatis

Siapa yang nggak suka pijat? Ternyata, kucing juga bisa menikmati pijatan dengan teknologi pijat otomatis untuk kucing. Alat ini dirancang khusus untuk memberikan pijatan lembut pada tubuh kucing, membantu mereka merasa lebih rileks dan nyaman. Ini bisa sangat bermanfaat untuk kucing yang mudah stres atau memiliki masalah kesehatan tertentu.

Nah, itu dia beberapa teknologi canggih yang bisa membantu kucing kesayanganmu. Dengan berbagai inovasi ini, kamu bisa memberikan perawatan terbaik untuk kucingmu tanpa harus repot. Hidup jadi lebih praktis, kucingmu pun lebih bahagia.

Tapi jangan lupa untuk selalu memperhatikan kesehatan kucingmu. Kini melakukan pemeriksaan menjadi lebih mudah dengan teknologi. Kucingmu tidak harus keluar rumah untuk melakukan pemeriksaan.

Konsultasikan dengan ke dokter hewan terdekat melalui layanan Pet Care. Cukup hubungi  call center Pet Care. Layanan ini akan membantu Anda menemukan dokter hewan terdekat dari lokasi. 

Jadi, siap mencoba teknologi canggih ini untuk si meong? Yuk, buat hidup kucingmu lebih nyaman dan seru dengan teknologi terbaru!

pexels-catscoming-1543793

Fakta Menarik Cat Paw yang Tidak Kalian Ketahui

Cakar kucing, atau yang dikenal sebagai cat paw, bukan hanya menggemaskan untuk dilihat, tapi juga memiliki banyak fungsi penting bagi si meong. Bantalan kaki yang lembut ini penuh dengan rahasia dan keunikan yang mungkin belum Anda ketahui.

Yuk, simak fakta menarik cakar kucing berikut ini!

1. Bantalan Lembut dan Kenyal 

Cat paw terbuat dari jaringan lemak dan ditutupi oleh kulit yang elastis. Hal ini membuat cakar kucing terasa lembut dan kenyal saat disentuh. Bagian bawah telapak kaki kucing ditutupi oleh bantalan lembut yang membantu mereka berjalan dengan tenang dan lembut. Bantalan ini juga melindungi tulang dan sendi mereka saat mereka melompat dari ketinggian.

2. Kelenjar Keringat dan Bau pada Cat Paw

Meskipun jarang terlihat, cat paw sebenarnya memiliki kelenjar keringat yang membantu mereka mengatur suhu tubuh. Kucing tidak memiliki banyak kelenjar keringat di tubuh mereka, tetapi mereka memiliki beberapa di telapak kaki. Saat suhu tubuh kucing meningkat, mereka dapat mengeluarkan keringat melalui telapak kaki untuk membantu mendinginkan tubuh. Saat kucing kepanasan, mereka juga  akan menjilatinya untuk mendinginkan diri.

Setiap catpaw kucing memiliki kelenjar bau yang mengeluarkan feromon. Kucing sering kali menggosokkan telapak kaki mereka pada benda-benda untuk menandai wilayah atau menunjukkan rasa nyaman.

3. Sensor yang Sensitif pada Cat Paw

Cat paw kucing sangat sensitif dan berisi banyak ujung saraf. Sensitivitas ini memungkinkan kucing untuk merasakan tekstur, suhu, dan getaran melalui telapak kaki mereka.

Cat paw memiliki banyak saraf sensorik yang membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan permukaan. Kucing dapat merasakan tekstur, suhu, dan getaran dengan cat paw mereka, membantu mereka menavigasi dalam gelap, menghindari bahaya, dan bahkan memanjat pohon dengan mudah.

Telapak kaki kucing membantu mereka merasakan permukaan dan navigasi di berbagai medan. Ini sangat berguna saat mereka berjalan di lingkungan yang tidak dikenal atau saat mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat.

Selain itu, Kucing memiliki kelenjar aroma pada cakar yang mereka gunakan untuk menandai wilayah.

4. Pertahanan Diri

Cakar kucing terbuat dari keratin, bahan yang sama dengan kuku manusia. Bagian ini biasanya disembunyikan di balik kulit saat kucing tidak menggunakannya, membantu melindungi lantai dan furnitur dari goresan. Cakar yang tajam dan kemampuan memanjat yang luar biasa membantu kucing untuk menangkap mangsa dengan efektif.

Cakar yang tersembunyi di dalam cat paw adalah senjata utama kucing untuk pertahanan diri. Saat terancam, kucing dapat mengeluarkan cakar mereka untuk menyerang atau melindungi diri dari predator atau ancaman lainnya.

5. Menjaga Keseimbangan 

Cakar ini memberikan cengkraman yang kuat pada berbagai permukaan, membantu kucing untuk menjaga keseimbangan dan koordinasi saat berjalan, berlari, dan melompat. 

Bantalan kaki kucing membantu mempertahankan keseimbangan dan kelincahannya. Struktur anatomi dan fleksibilitas telapak kaki memungkinkan kucing melompat tinggi, berlari cepat, dan mendarat dengan lembut.

6. Beragam Warna

Warna bantalan kaki kucing seringkali sesuai dengan warna bulu mereka. Misalnya, kucing dengan bulu hitam cenderung memiliki bantalan kaki berwarna hitam, sementara kucing dengan bulu cerah mungkin memiliki bantalan kaki berwarna merah muda atau krem. Beberapa kucing bahkan memiliki cat paw dengan dua warna atau lebih.

7. Merawat Diri

Kucing sering menjilati telapak kaki mereka sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri. Kucing menggunakan cakar  mereka untuk membersihkan diri, menghilangkan kotoran dan bulu mati dari tubuh mereka.

Bantalan kaki yang lembut ini membantu mereka berjalan, memanjat, berburu, dan menjaga keseimbangan. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai pemilik kucing untuk mengetahui cara merawat cat paw dengan baik agar si meong tetap sehat dan nyaman.

Cara Merawat Cat Paw

Jika kucing Anda sering menjilat cat paw mereka secara berlebihan, mungkin ada masalah yang mendasarinya. Perhatikan apakah ada luka, iritasi, retakan, atau perubahan warna. Segera bawa kucing ke dokter hewan jika Anda menemukan tanda-tanda masalah. 

Pastikan cakar kucing tidak terlalu panjang atau tajam. Potong cakar secara rutin dengan gunting kuku khusus kucing. Bulu yang panjang di antara jari kaki kucing dapat menjebak kotoran dan membuatnya sulit untuk berjalan. Potong bulu tersebut secara hati-hati dengan gunting kecil.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau concerns tentang cat paw kucing Anda, konsultasikan dengan ke dokter hewan terdekat melalui layanan Pet Care. Cukup hubungi  call center Pet Care.  Layanan ini akan membantu Anda menemukan dokter hewan terdekat dari lokasi. 

Jadi jangan ragu hubungi kami.

Expectant Family in living room

Mitos atau Fakta Bulu Kucing Berbahaya Bagi Ibu Hamil?

Apakah bulu kucing berbahaya bagi ibu hamil dan dapat menyebabkan kekguguran?

Memelihara kucing saat hamil merupakan hal yang menyenangkan bagi banyak orang. Tingkah lucu dan menggemaskan kucing dapat membantu mengurangi stres dan memberikan kenyamanan selama masa kehamilan.

Namun, di sisi lain, terdapat pula kekhawatiran tentang bahaya bulu kucing bagi ibu hamil dan janin. Berita seputar bulu kucing yang berbahaya bagi ibu hamil sering kali membuat para calon ibu khawatir dan mempertimbangkan kembali keputusan untuk memelihara kucing selama masa kehamilan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui fakta yang sebenarnya agar dapat mengambil langkah yang tepat. Yuk, kita cari tahu bersama-sama.

Mitos Bulu Kucing Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Memelihara kucing bisa memberikan manfaat emosional dan psikologis bagi ibu hamil. Kucing dapat menjadi sumber kenyamanan dan mengurangi stres, yang penting selama masa kehamilan. Sentuhan lembut dan kehadiran hewan peliharaan juga dapat memberikan rasa tenang dan mendukung kesehatan mental.

Mitos bahwa bulu kucing berbahaya bagi ibu hamil kemungkinan besar berasal dari kekhawatiran mengenai toxoplasmosis, sebuah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat ditemukan dalam tinja kucing yang terinfeksi dan bisa berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya. Infeksi toxoplasmosis dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau kelainan pada bayi. 

Meski kucing bisa menjadi pembawa parasit Toxoplasma gondii, infeksi toxoplasmosis lebih sering terjadi melalui konsumsi daging mentah atau setengah matang, sayuran yang tidak dicuci bersih, atau air yang terkontaminasi. Kontak langsung dengan tinja kucing yang terinfeksi adalah salah satu cara penularan, namun risiko ini dapat diminimalisir dengan menjaga kebersihan.

Parasit Toxoplasma gondii tidak hidup pada bulu kucing. Risiko tertular toxoplasmosis melalui bulu kucing sangatlah rendah. Kontak langsung dengan bulu kucing yang bersih tidak akan menyebabkan infeksi.

Apa itu Toxoplasma gondii?

Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa yang dapat menginfeksi berbagai hewan, termasuk kucing dan manusia. Infeksi Toxoplasma gondii pada kucing dikenal sebagai toksoplasmosis. Parasit ini umumnya tidak berbahaya bagi kucing yang sehat, tetapi dapat menimbulkan risiko serius bagi ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kucing biasanya tertular Toxoplasma gondii dengan dua cara:

  1. Memakan mangsa yang terinfeksi: Kucing yang berburu dan memakan hewan seperti tikus, burung, dan unggas liar berisiko tinggi terinfeksi Toxoplasma gondii. Hewan-hewan ini dapat menjadi inang perantara parasit dan mengandung kista yang mengandung Toxoplasma gondii.
  2. Menelan ookista dari kotoran kucing yang terinfeksi: Kucing yang terinfeksi Toxoplasma gondii mengeluarkan ookista, yaitu bentuk kista parasit yang tahan lama, dalam kotorannya. Ookista ini dapat bertahan hidup di lingkungan selama berbulan-bulan dan menular ke kucing lain atau manusia yang menelannya.

Kebanyakan kucing yang terinfeksi Toxoplasma gondii tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, pada beberapa kasus, terutama pada anak kucing dan kucing dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala Toxoplasma gondii meliputi, Demam, Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, diare, batuk, kesulitan bernafas, kejang, dan lumpuh.

Pencegahan Toxoplasma pada Ibu Hamil dan Kucing

Ibu hamil tetap bisa memelihara kucing dengan beberapa tindakan pencegahan sederhana:

  • Menghindari membersihkan kotak kotoran kucing. Mintalah orang lain untuk membersihkan kotak pasir kucing atau kenakan sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah membersihkannya. Jika tidak bisa dihindari, gunakan sarung tangan dan cuci tangan dengan bersih setelahnya.
  • Memastikan kucing peliharaan tetap berada di dalam rumah dan tidak berburu atau makan daging mentah. Masak semua daging sampai matang sepenuhnya untuk membunuh parasit Toxoplasma gondii.
  • Memelihara kebersihan rumah dan menjaga agar kucing tetap bersih. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah berkebun, menyentuh tanah, atau kontak dengan hewan. Hindari kontak dengan kucing liar, karena mereka berisiko tinggi terinfeksi Toxoplasma gondii.

Mitos bahwa bulu kucing berbahaya bagi ibu hamil lebih didasarkan pada ketakutan yang kurang informasi tentang toxoplasmosis. Fakta menunjukkan bahwa risiko tertular toxoplasmosis dari bulu kucing sangat rendah. Dengan menjaga kebersihan dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat, ibu hamil dapat tetap memelihara kucing tanpa rasa khawatir.

Jika ada kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut, konsultasi dengan dokter hewan terdekat melalui call center Pet Care. Layanan ini akan membantu Anda menemukan dokter hewan terdekat dari lokasi. 

Agar kucing selalu bersih dan terjaga dari Toxoplasma gondii, berikan perawatan grooming yang rutin untuk menghindari kucing terinfeksi virus. Kini  Pet Care menyediakan layanan Grooming Kucing dan anjing Terdekat. Pesan sekarang melalui layanan Pet Care

Jadi, jangan ragu hubungi kami.

Cat in Litter Box

Kucing Susah Buang Air Besar? Yuk Atasi Dengan Mudah

Kucing susah buang air besar atau sembelit adalah masalah umum yang sering membuat pemilik kucing khawatir. Kondisi ini bisa menyebabkan kucing merasa tidak nyaman dan bahkan sakit jika tidak segera diatasi. 

Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan penting untuk segera diatasi agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius. Bagi pemilik yang merasa kebingungan mengatasi hal ini? Yuk, simak artikel ini!

Penyebab Kucing Susah Buang Air Besar

Kucing susah buang air besar, atau sembelit, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dehidrasi, kekurangan serat, gumpalan rambut, perubahan pola makan, stres, penyakit pencernaan, obat-obatan, dan penyebab lain seperti obesitas, penyumbatan usus, dan tumor.

Penting untuk mengamati gejala seperti frekuensi BAB, tekstur feses, nafsu makan, dan tanda-tanda nyeri perut. Ada berbagai penyebab yang dapat membuat kucing mengalami kesulitan buang air besar, termasuk:

  • Dehidrasi: Kurangnya asupan air dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
  • Diet yang Tidak Tepat: Makanan yang rendah serat atau perubahan mendadak dalam diet kucing bisa menjadi pemicu sembelit.
  • Bola Rambut: Kucing yang sering menjilat bulu mereka bisa menelan banyak rambut yang kemudian membentuk bola rambut di dalam perut, menghambat pencernaan.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Kucing yang kurang bergerak cenderung mengalami masalah pencernaan, termasuk sembelit.
  • Penyakit Medis: Beberapa kondisi medis seperti masalah tulang belakang, gangguan tiroid, atau penyakit ginjal juga dapat menyebabkan sembelit.

Gejala Kucing Susah Buang Air Besar

Gejala utama kucing susah buang air besar (sembelit) adalah kurangnya frekuensi buang air besar. Kucing yang sembelit biasanya buang air besar lebih jarang dari biasanya, bahkan mungkin tidak buang air besar selama beberapa hari. Selain itu, kucing yang sembelit mungkin mengejan keras saat mencoba buang air besar, namun hanya mengeluarkan sedikit feses. Fesesnya pun biasanya keras, kering, dan kecil.

Kucing yang sembelit juga bisa kehilangan nafsu makan dan terlihat lemas. Dalam beberapa kasus, kucing yang sembelit mungkin menunjukkan tanda-tanda nyeri perut, seperti mengeong kesakitan saat disentuh di perut.

Mengidentifikasi gejala sembelit pada kucing sangat penting agar bisa segera diambil tindakan. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Mencoba Buang Air Besar Sering Tanpa Hasil: Kucing terlihat sering berada di kotak pasir, tetapi tidak menghasilkan feses.  Kucing mungkin mengejan keras saat mencoba buang air besar, namun hanya mengeluarkan sedikit feses. Kucing yang sembelit, biasanya buang air besar lebih jarang dari biasanya. 
  • Tinja Kecil dan Keras: Jika ada feses, biasanya berbentuk kecil, keras, dan kering. Feses kucing yang sembelit biasanya keras, kering, dan kecil.
  • Kehilangan Nafsu Makan: Kucing mungkin menjadi kurang berminat pada makanan.
  • Lesu: Kucing tampak lesu dan kurang berenergi.
  • Perut Kembung: Kucing yang sembelit mungkin menunjukkan tanda-tanda nyeri perut, seperti mengeong kesakitan saat disentuh di perut. 

Solusi Cepat Mengatasi Kucing Susah Buang Air Besar

Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu kucing yang mengalami sembelit:

  • Meningkatkan Asupan Air: Pastikan kucing minum cukup air. Tambahkan air ke dalam makanan kucing atau menyediakan air mancur khusus kucing untuk mendorong mereka minum lebih banyak.
  • Mengubah Pola Makan: Berikan makanan yang mengandung lebih banyak serat. Selain itu, bisa menambahkan sedikit labu kalengan (tanpa bumbu) ke dalam makanan mereka.
  • Olahraga Rutin: Ajak kucing bermain secara rutin untuk meningkatkan aktivitas fisik mereka.
  • Penggunaan Pencahar atau Suplemen: Dengan persetujuan dokter hewan, pemilik bisa memberikan pencahar atau suplemen serat untuk membantu melancarkan pencernaan.
  • Menyikat Bulu Secara Rutin: Untuk mengurangi jumlah rambut yang tertelan, sikat bulu kucing secara rutin, terutama bagi kucing berbulu panjang.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Hewan

Sembelit pada kucing adalah masalah yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan serius jika tidak ditangani dengan tepat. Jika langkah-langkah di atas tidak memberikan hasil atau menunjukkan tanda-tanda sakit parah seperti muntah, perut sangat kembung, atau tidak buang air besar sama sekali selama beberapa hari, segera hubungi  dokter hewan terdekat dengan menghubungi layanan call center Pet care. 

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan di rumah saja. Penanganan medis yang tepat dapat membantu mengatasi sembelit.

Jadi, jangan ragu hubungi kami untuk perawatan kucing dan anjing dari rumah..

Ginger cat scratching behind her ear on white background

Scabies Penyebab Gatal yang Mengganggu Kucing

Kucing sering menggaruk tubuhnya? Anda harus waspada, karena bisa saja kucing terkena scabies.

Scabies, atau kudis, adalah salah satu penyakit kulit yang sering menyerang kucing. Penyakit ini disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei atau Notoedres cati, yang menggali terowongan di dalam kulit kucing dan menyebabkan iritasi yang parah.

Scabies dapat menyerang kucing dari segala usia dan ras, dan meskipun tidak fatal, dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi kucing dan pemiliknya.

Agar kucing terhindar dari scabies, yuk kita pelajari bersama penyebab, gejala dan pencegahannya!

Penyebab Scabies pada Kucing

Scabies disebabkan oleh infestasi tungau yang sangat kecil, yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Tungau ini hidup di permukaan kulit dan bertelur di dalam terowongan yang mereka gali.

Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi, atau melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi tungau, seperti tempat tidur, mainan, atau peralatan perawatan. Manusia juga dapat tertular penyakit ini dari kucing, meskipun gejalanya biasanya lebih ringan.

Ada dua jenis tungau yang paling umum menyerang kucing:

  1. Sarcoptes scabiei: Umumnya menyerang anjing, tetapi bisa menular ke kucing dan manusia.
  2. Notoedres cati: Spesifik menyerang kucing dan lebih umum ditemukan pada kucing.

Gejala Scabies pada Kucing

Gejala scabies pada kucing bisa sangat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan infestasi. Beberapa gejala yang umum ditemukan antara lain:

  • Gatal parah, terutama di telinga, perut, dan kaki
  • Menggaruk dan menggigit berlebihan, yang dapat menyebabkan luka dan infeksi
  • Kerak dan penebalan kulit
  • Rambut rontok, terutama di area yang gatal
  • Kulit kemerahan dan bengkak
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan

Pencegahan

Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari scabies pada kucing. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:

  • Jaga Kebersihan Kucing dan Lingkungan: Memandikan kucing secara rutin dan pastikan tempat tidurnya selalu bersih. Gunakan shampo khusus yang mengandung bahan anti-parasit bisa membantu membersihkan kulit dari tungau.
  • Hindari Kontak dengan Hewan yang Terinfeksi: Jauhkan kucing dari hewan lain yang menunjukkan gejala scabies. Selain itu, tungau bisa bertahan hidup di lingkungan sekitar, jadi penting untuk membersihkan dan mensterilisasi area tempat kucing tinggal.
  • Periksa Kucing Secara Berkala: Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan untuk memastikan kucing sehat dan bebas dari parasit.

Lalu, jika kucing sudah terkena scabies segera bawa ke  dokter hewan terdekat dengan menghubungi layanan call center Pet care. Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan di rumah saja.

Dokter hewan akan meresepkan obat topikal seperti salep atau lotion yang mengandung insektisida untuk membunuh tungau. Jika infeksi semakin parah, obat oral atau suntikan diperlukan untuk mengatasinya. 

Jadi, jangan ragu hubungi kami untuk perawatan kucing dan anjing dari rumah.